tul tuh sepakat neh dng pak agus....
bagi yg menggunakan untuk kegiatan produktif sangat membantu, kecuali jika ad
rasa kekecewaan yg berunjung ke tidak nyamanan dlm penggunaan molis, ya merasa
bahwa molis adalah hal spt mainan aj yg nantinya cuma rongsokan. namun bagi para
penggiat inovatif justru tantangan.....yg tadinya roksokan sebisa mungkin dibuat
maximal product, namun kembalikan ke diri masing2....
saya melihat banyak dr kejengkelan dan kekecewaan krn after sales yg kurang
maximal sehingga membuat para pengguna yg "Kecewa" menilai bahwa molis adalah
barang yg tidak bermanfaat, alih2 untuk mendukung go green......lenyap sudah krn
rasa kecewa tersebut.
maka banyak yg seolah (nggak mengenalisir loh heee...hee) menganggap back to oil
again aj deh.....ato tercetak krn pandangan org lain menjadi "product mainan"
ya kekurangan sebuah product jnglah menjadi membuat mundur suatu perubahan,
mengenai sudut pandang sebuah product dikatakan mainan ato tidak = definisikan
dulu kata mainan itu spt ap? para penggemar Moge ato Mocin ato gokart ato sepeda
ato lainnya, pasti ad alasan sendiri mengapa mereka memilih product tersebut,
spt halnya kita makan, klo memang selera kita pas dilidah pecel lele mo dikasih
keju jg nggak masuk.
trus "jika beli barang yg kurang bernilai = mainan" belum tentu juga, ditangan
org kreatif justru yg kurang bernilai diusakan menjadi bernilai dengan
modifikasi ato penemuan baru.
ya namanya produk istilah org jawa adalah "ONO REGO ONO RUPO/ad harga ad mutu"
klo pingin yg significant mutunya spt Vetrix (30an Juta keatas klo nggak salah)
klo di HP sekelas VERTU monggo namun dilempar di indonesia jng kaget klo cuma
ngelirik aj dng penjualan minim, dan vendor/dealer malas memajangnya cuma ngelus
dada aj heee...hee.
so.... biasanya alasan pertama penggunaan molis = irit di kantong, nggak ribet
musti check up rutin, harga nggak mahal jd ad sisanya buat kepeluan lainÂ
trus yg sekunder (yg telah menelan banyaknya asap knalpot) pasti ingin perubahan
agar nantinya suatu saat nggak ad lagi bau knalpot yg putih ato hitam pekat krn
berhubungan dng kesehatan dan pengendara yg norak dng raungan menghajar gendang
telinga plus kurang ajar dng ngebut tanpa perhatikan keselamatan org lain
Â
nah tinggal pilih deh.....krn Kekecewaan membuat luntur untuk menggunakan Molis
(jika ad yg kecewa phone aj kantor pusatnya) dan menilai (bukan generalisasi)
rata2 adalah sebuah mainan/produk gagal
ato justru dng berbagai kekurangan tersebut membuat kita tertantang bertindak
kreatif dan inovatif untuk komunitas yg lebih besar?
Â
salam sejuxxxx
Â
catur adi n
--- On Wed, 7/1/09, Agustinus Setijanto <agust@...> wrote:
From: Agustinus Setijanto <agust@...>
Subject: [MotorListrik] Re: Molis hanyalah mainan untuk rekreasi?
To: MotorListrik@yahoogroups.com
Date: Wednesday, 7 January, 2009, 6:43 AM
Semua orang punya sudut pandangnya sendiri2, maka biasanya dalam
menyatakan pendapat biasanya saya nyatakan bahwa hal itu adalah dari
sudut pandang pribadi saya dan menghindari pernyataan yang bersifat
"menggeneralisir" (wah ini bahasaku belepotan :-) Maka tidak heran
teman2 moliser yang selama ini benar2 mendayagunakan molis untuk
kegiatan produktif pun angkat bicara. Rasa2nya juga dalam menyatakan
pendapat sama sekali tidak ada unsur emosi (dalam arti marah... karena
emosi bisa juga dalam bentuk perasaan yang lain :-)
Kritik selalu diperlukan, tapi bagi saya rasanya akan lebih positif
bila saya juga berupaya untuk memberikan suatu kemungkinan solusi.
Jadi dalam perspektif ini saya sependapat dengan mas Didiek bahwa di
tengah kekurangan molis di sana-sini dan minimnya dukungan untuk
peduli lingkungan, kita tetap perlu membulatkan tekad dimulai dari
diri sendiri (sekecil apa pun upaya itu dan syukur2 bisa mengimbas
kepada orang lain) dan tidak melulu menggantungkan kepada pihak
lain... Mohon pernyataan ini juga jangan dibaca sebagai "excuse" bagi
kekurangan molis dalam hal mutu dan pelayanan.
Kalaupun suatu saat molis bakal punah, saya rasa akan muncul
alternatif lain lagi...
Salam suejugg...
Agust
--- In MotorListrik@ yahoogroups. com, "Deru Sudibyo" <deru.sudibyo@ ...>
wrote:
>
> 2009/1/6 Didiek Heri Tjahjono wrote:
>
> > Yup, sy juga ga kebayang beli "mainan" dengan harga segitu.
> > Jika slogan go green, udara bersih dll dibilang terasa spt
> > "omong kosong".. Bgmn ya?
>
> Wah rupanya banyak yang nggak setuju dikatakan mainan. He he sori
yahhh.
> Maunya saya pun bukan mainan, tapi untuk sekolah anak. Tapi gimana
yaa...
> semua orang di sekitar saya juga mengatakan mainan sih.. :(
Terlebih
> setelah dipake 4 bulan menjadi rongsokan terkatung-katung di dealer
Tegal.
> Mungkin mereka harus join milis ini agar dapat pencerahan :) Dan
jangan
> bingung dengan mainan segitu mahal. Di negeri ini banyak orang
punya mainan
> lebih dari harga molis. Tuh para pehobi moge gimana? Berapa harga
Harly
> Davidson? Mungkin mereka pun marah jika dibilang mainan...
>
> Maaf beribu maaf kata mainan ini jangan disaut dengan emosi. Di
negeri ini,
> rumus kebanyakan orang, jika kita beli barang yang nggak ada nilai
jual
> kembalinya, dianggap beli mainan. Padahal untuk mendapatkan nilai
jual
> bekas harus nunggu seabrek pembuktian, antara lain fungsi, ketahanan
dan
> support. Pernah dengar MOCIN? motor buatan China? Fungsi mokar
jepun plus
> dengan harga separohnya, alias lebih murah dari molis. Dimana
mereka
> sekarang? Padahal gebrakannya jauh lebih dahsyat dari molis.
Sejumlah
> pemda membelanjakan APBD-nya untuk ribuan mocin untuk kades dan
aparat
> kecamatan.
>
> Masalah "go green" ya, maaf maaf nih... organisasi internasional
yang
> dibiayai oleh foundasi milyaran dolar saja belum ada hasil mas... :)
Bumi
> tetap makin panas :D Be realistic lah. Kita semua sangat mendukung
go
> green. Tapi yang di depan mata kita adalah kenyataan.
>
> > Sy hny bisa katakan, untuk menjadi besar kita hrs mulai
> > dari yg kecil, untuk mengajak org lain kita hrs mulai
> > dari diri sendiri. So, "gerakan" ini -kalo bs disebut
> ? sbg aksi- tnp dukungan pemerintah dgn upaya yg massive
> > untuk support penggunaan energi alternatif, mungkin
> > progress forward aksi ini akan seperti keong.
>
> Setuju! Asal supportnya jangan seperti keong. Anak saya harus
menunggu
> seminggu lagi untuk menikmati sejuuxxnya molis.
>
> > Berubah dr status quo pake BBM ke energi alternatif mmg
> > ga mudah. Tp ini sebuah keniscayaan, cepat ato lambat
> > kita semua akan menuju ke sana.
>
> Memang mas. Industri otomotif raksasa saja paling-paling baru
sampai
> hibrid. Artinya sejuuxxxx nya hanya di saat-saat tertentu. Bila
batere
> habis, atau ada tanjakan yaa BBM kembali dimuncratkan. Nah kalo
moiis ya
> diontel. Makanya anak saya memilih yang ada ontelannya karena takut
> ndorong.
>
> > ... sy cukup berbahagia menjadi
> > bagian dr org2 yg mengawali proses itu meski mungkin sy
> ? tidak ikut melihat dan menikmati era keemasan molis..
> > Biarlah, saudara, teman dan anak cucu sy menikmatinya.
> > That's enough for me
>
> Untuk go green belum cukup mas! Berapa giga ppm setiap hari di
kota-kota
> yang macet sepeti Jabodetabek? Separoh dari mereka migrasi ke molis
pun
> belum green :) Nah, agar molis ini mampu merebut hati masyarakat,
memang
> harus kita kritisi. Kritik yang membangun itu perlu mas. Bukan
karena kita
> suka lantas segalanya jadi paling benar. Salah-salah ini menjadi
wacana
> perlindungan produsen. Padahal kita belum punya perlindungan
konsumen. Dan
> kalo produsen jadi lengah dengan supportnya, niscaya akan bernasib
seperti
> mocin. Lantas apa sampeyan tetep bisa naik molis?
>
>
> Salam
> -Deru
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]